Online Store Shopping

Cari Produk Di Sini

Katalog Produk

10-latest-1110px-slider

Area Jelajah Marketing

Flag Counter

Total Pengunjung

Jokowi Diprediksi Menang di Putaran Kedua

 
 Putaran kedua pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala daerah (Pemilukada) DKI Jakarta pada 20 September 2012, diyakini tak mampu menggoyahkan posisi pasangan Jokowi-Ahok untuk memenangkan petarungan melawan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli. Bahkan, popularitas Jokowi diperkirakan terus melambung ke putaran II, sehingga keterpilihannya akan memuncak dibanding Fauzi Bowo.

"Rakyat Jakarta sudah memberi tanda paling jelas bagi kemenangan Jokowi untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta berikutnya," kata Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC), Syahganda Nainggolan dalam surat elektroniknya kepada Liputan6.com, di Jakarta, Kamis (12/7)

Perolehan sementara melalui perhitungan cepat (quick count) sejumlah lembaga riset terhadap calon gubernur/calon wakil gubernur DKI Jakarta, menunjukkan pasangan Jokowi-Ahok berada di urutan teratas melebihi 40 persen suara.

Sedangkan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli menempati urutan kedua dengan suara di bawah 35 persen, dan menyusul Hidayat-Didik tak sampai 15 persen, Faisal-Biem serta Alex Nono dengan perolehan di bawah 5 persen, kemudian paling buncit adalah suara Hendardji-Riza yang mengantongi suara 2 persen lebih.

Menurut Syahganda, fenomena awal kemenangan Jokowi-Ahok menandakan adanya perlawanan rakyat menghadapi kemapanan elit yang memimpin Jakarta, utamanya akibat ketidakpercayaan pada gubernur sebelumnya dalam memenuhi harapan keadilan bagi warga Jakarta.

"Kemenangan Jokowi adalah hadiah yang diberikan rakyat Jakarta. Dengan demikian juga identik sebagai kemenangan seorang pemimpin berkarakter kerakyatan, menyatu dengan perasaan rakyat, dan bukan karena persiapannya untuk menjadi pemimpin dibuat-buat oleh perekayasaan komunikasi," jelas Syahganda.

Ia menambahkan, figur Jokowi tidak mungkin hadir untuk mengecoh rakyat Jakarta yang umumnya sudah melek politik. Sebaliknya, Jokowi tak berlebihan jika dianggap sebagai sosok pemimpin yang dibutuhkan warga Jakarta, guna mengemban tugas memajukan kota Jakarta yang beradab serta memartabatkan kehidupan sosial ekonomi warganya.

Syahganda mengatakan, keberhasilan Jokowi yang tak mengandalkan pencitraan itu, secara tidak langsung membuktikan hadirnya era pemimpin baru yang tak bisa sepenuhnya bergantung pada kemasan komunikasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Send Your Message

Gallery Produk

10-latest-1110px-slider

Produk Terbaru

WALLPAPER NO BRA, BRA LESS